Pacarku Di Sini, Pacarmu Dimana??

Pacarku Di Sini..

Pacarku Di Sini..

Pacar, saya yakin kita semua mengerti dan tahu bagaimana dan apa itu. Bahkan anak Taman Kanak-kanak pun dengan mudah mengatakan bahwa dia tahu apa itu pacar. Definisi pacar itu sendiri bermacam-macam, didefinisikan oleh siapa dan dari sudut pandang mana. Ada yang mengartikan bahwa pacar adalah seseorang yang disayangi, dikasihi, dicintai dengan segenap jiwa dan hati. Ada pula yang mengartikan bahwa pacar adalah kekasih yang menenteramkan jiwa. Apapun definisi pacar, jika ditarik benang merah, maka pacar atau kekasih dapat diartikan sebagai seseorang, yang dicintai, dikasihi, disayangi, berharga, penting dan merasa tenang jika berada di sisinya, di dekatnya sehingga ketika jauh akan terasa kehilangan. Tentu saja ini menurut saya. Hehe..

Apakah pacar itu perlu? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Dalam konteks yang sejujurnya dan murni, pacar adalah seseorang yang dicintai, dan dikasihi kemudian merasa tenang dan merasa kehilangan bila jauh darinya, sehingga pacar adalah bisa diartikan sebagai penenteram jiwa di kala sedih dan nelangsa. Sebuah penenteram adalah sesuatu yang secara kodrati seharusnya dimiliki untuk menutupi kesedihan dan rasa kesepian yang kadang-kadang menjalar. Namun, seringkali kenyataan mengatakan bahwa pacar bukan menjadi tempat yang seharusnya. Pacar malah dijadikan tempat menumpahkan rasa marah, pacar justru menjadi tempat untuk direpotkan, dan tempat untuk menjadikan diri kita menderita. Pacar bahkan dijadikan tempat untuk menumpahkan rasa kebencian kepada orang lain. Dan lain sebagainya.. dan tentu saja tidak semua orang. :D

Jika pacar itu perlu, maka sebaiknya bagaimana?

Kadang, kita mendengar teman kita yang punya pacar nun jauh di sana sejak lulus SMP dan hingga saat ini dia kuliah memasuki tahun ketiga dan mereka langgeng. Kita juga kadang mendengar, ada kawan yang berpacaran dengan teman sekelas kuliahnya, namun baru dua bulan putus. Kalau memang tidak pernah denger ya.. tidak apa-apa, karena memang tidak sebegitu pentingnya. Lagipula, kadang kita belum tentu peduli to? Hehe… namun, apakah ada yang bertanya-tanya, mengapa si A yang pacarnya di luar pulau bahkan luar negeri bisa langgeng, awet dan harmonis (ceileee..), dan si B yang pacarnya di depan mata setiap hari, malah cepet error-nya (kayak komputer)? :D

Dalam dunia pacar dan pacaran serta memacari (kalau memang dunia itu ada), ada beberapa jenis pacaran. Dan yang terdapat dalam tulisan ini adalah pacaran ala si A, yaitu pacaran jarak jauh, dan pacaran ala si B, pacaran tanpa jarak. Maksudnya pacaran yang bisa ketemu tiap saat, gitu.. Hehe… Setelah melalui penilaian yang cukup memakan waktu, saya bisa menyimpulkan beberapa hal.

Pacaran jarak jauh atau pacaran ala si A. Pacaran ini bisa langgeng karena antara satu dan satunya lagi saling memiliki rasa kepercayaan yang kuat. Walaupun mereka hanya bertemu setahun sekali, namun dengan kepercayaan yang diberikan masing-masing pihak, maka antara satu dan satunya lagi tidak mudah untuk melakukan hal bodoh yang berakibat tidak bagus pada hubungan mereka. Selain itu, masing-masing pihak yang telah diberikan kepercayaan menjaga kepercayaan tersebut, dan tidak menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan, sehingga nantinya mereka akan terlihat – maaf – tolol. Hal lain yang mendukung langgengnya pacaran gaya ini adalah jarangnya komunikasi. Mengapa? Bukankah komunikasi adalah sesuatu yang penting dalam hal hubungan? Betul. Komunikasi adalah sesuatu yang amat sangat penting sekali dalam hubungan. Namun, komunikasi yang berlebihan akan menimbulkan reaksi yang berlebih pula. Ketika si Ce terlalu sering berkomunikasi dengan si Co, maka akibatnya bukan hubungan makin erat, namun si Co akan merasa terlalu dimata-matai oleh si Ce. Dengan demikian, maka akan timbul kejengkelan yang mengakibatkan error-nya sebuah hubungan. Dan selanjutnya kepercayaan yang diberikan akan disalahgunakan untuk hal – maaf – bodoh yang tidak seharusnya dilakukan. Si Co yang sebenarnya menaruh kepercayaan yang besar pada si Ce, dengan jiwa mudanya maka bisa saja akhirnya dia melakukan hal yang tidak patut dilakukannya. Komunikasi, jika dikatakan sebagai hal yang amat sangat penting sekali dalam hubungan, maka saya katakan benar sekali. Namun, komunikasi yang berlebihan akan menimbulkan hal yang justru bisa sangat buruk sekali. Karena memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Dengan gaya pacaran ala si B atau pacaran tanpa jarak sebenarnya memiliki rumus yang sama. Sebab-sebab yang mengakibatkan hubungan yang tidak langgeng adalah ketidakpercayaan yang ditimbulkan masing-masing pihak. Dengan overprotected yang diberikan pada masing-masing pihak, maka satu dan satunya lagi merasa dirinya tidak dipercaya untuk memegang apa yang sudah seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Memang sih, pacaran tidak harus dipertahankan hingga ke jenjang pernikahan. Tapi, bukan sebuah kesalahan jika orang yang sudah dicintai dan disayangi dibawa ke pelaminan kan..? bertemu dan berkomunikasi setiap hari bukanlah komunikasi yang berlebihan jika disikapi secara dewasa. Dengan bertemu setiap hari, seharusnya masing-masing pihak justru semakin mengerti apa yang tidak seharusnya dilakukan agar tidak membuat si dambaan hati pergi dan tak kembali. Dengan komunikasi setiap hari, seharusnya masing-masing pihak menjadi semakin lengket dan nempel kayak perangko. Sayangnya, sifat dasar manusia yang salah satunya menonjol adalah kebosanan pada satu hal. Sehingga komunikasi yang terlalu sering – setiap saat – bisa mengakibatkan kebosanan. Tapi, saya akan merasa aneh jika anda merasa bosan pada apa yang anda cintai. Hehe… oya, ini tidak terjadi pada semua orang. Tenang saja, semoga kita bukan kategori yang begini.

Pacaran jarak jauh, pacaran tanpa jarak, bukanlah sebuah masalah jika dihadapi dengan dewasa. Jujur saja, memang ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam pacaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk dilakukan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk tidak dilakukan agar tidak menjadi bodoh. Kalau sifat dasar manusia diantaranya adalah kebosanan pada satu hal, saya ulangi lagi, maka saya akan merasa aneh jika kita merasa bosan pada apa yang dicintai. Kalau saya boleh berpesan, bagi yang memiliki pacar, baik jauh maupun dekat, pesan saya; sayangi, kasihi, cintai pacarmu dengan sepenuh hati walaupun satu saat dia pasti akan pergi dan hilang dari kehidupan kita. Jika berpacaran hanya karena biar tidak dikatakan kuper dan bloon, sebaiknya pikirkan jika hal ini terjadi pada keluarga kita. Bagi yang tidak berpacaran, jomblo bukanlah sebuah aib. Justru jomblo adalah saat agar kita belajar lebih banyak memahami lawan jenis sebelum pada akhirnya kita menjalin hubungan untuk sesuatu yang merupakan pelengkap agama. Saya sangat menikmati diri saya yang tidak punya pacar saat ini. Betapa dunia ini sangat luas dan berwarna. Try it yourself!! :D

‘asa an yaj’alallahu hadzhihi nafi’ah – alMuhajir

~ by jalanqu on March 19, 2009.

One Response to “Pacarku Di Sini, Pacarmu Dimana??”

  1. ipul2…. bisa juga ya ternyata bicara cinta… hehehe….

    Kamu milih pacaran gaya gimana pul?…. hehehe

    apapun gayanya. yang penting bisa menentramkan hati dan saling membutuhkan… itu yang terbaik, menurutku…. heheheh

Leave a Reply