Beh, sangu!!

•March 3, 2009 • Leave a Comment
Beh, sangu!!

Beh, sangu!!

Kalimat ini hampir setiap hari ku dengar dari bibir manis salah satu ‘anakku’ tercinta – Nowe John. Anak, begitulah aku menganggap mereka (meskipun aku tidak pernah memberikan apapun kepada mereka) dan mereka menganggapku sebagai Babeh (Daddy). Aku mungkin tidak (belum) memberikan ilmu apalagi uang (sesuatu yang tidak bisa aku lakukan untuk mereka) karena aku hanya bisa memberikan rasa nyaman saat mereka memanggilku Babeh. Itu saja.

Selain Nowe John – biasa dipanggil John, aku masih punya dua orang anak lagi yang cantik dan pinter yaitu Jin Cantik – biasa dipanggil Jin – dan Ganyonk Tcyumoo – biasa dipanggil Tcyumoo. Selain mereka masih banyak lagi yang memanggilku Babeh. Umm.. kalau ada pemeringkatan tukang minta sangu (he…), maka: peringkat 1 diraih oleh John, peringkat 2 diraih oleh Jin, dan peringkat 3 diraih oleh Ganyonk. :D

Continue reading ‘Beh, sangu!!’

poetry: Getir Hidup

•January 16, 2009 • 2 Comments

"Nista??"

"Nista??"

ditulis dalam kegelapan malam tak berpelita

dalam sempitnya ruang yang tidak lagi dipunya

terangkai dalam kotornya kata-kata

serangkai kalimat nista yang tak berdosa

 

tersungging senyum bangga dan kepuasan

terbayang kenikmatan dibalut kesombongan

menafikan keberadaan pencipta yang terpasung

keberadaannya adalah sesuatu yang agung

 

berandai hidup tak lagi indah mempesona

berima dengan alunan nyanyian jiwa yang kosong

kegetiran hidup menjadi harga mati

tak sanggup dibayar dengan asmara dan mimpi

 

somewhere, somenight @ oct 2008

Partner and Together

•January 15, 2009 • Leave a Comment

Together - Partner

Together - Partner

Pernahkah anda bekerjasama dengan seorang partner yang hampir selalu kontra dengan anda pribadi? Pernahkah anda bekerjasama dengan seorang partner yang selalu tidak setuju dengan pendapat anda? Bisa jadi iya, bisa jadi juga tidak. Hehe…

Dalam beberapa program pengembangan soft skill mahasiswa, diantaranya PKM, ada satu kriteria penting yang menjadi syarat sehingga jika satu syarat ini tidak dipenuhi maka anda bisa dipastikan akan gagal mendapatkan sesuatu dari program pengembangan tersebut. Apa yang begitu penting sehingga walaupun karya yang anda buat sangat luar biasa bagus sekali akan gagal dengan kekurangan hal itu? Satu jawaban yang sangat pendek “Kerjasama Team”.

Alkisah, seorang mahasiswa berprestasi di kampusnya mengikuti sebuah program kreativitas di tingkat Kopertis. Dengan kemampuan IQ-nya, si mahasiswa membuat sebuah karya yang, katakanlah, luar biasa inovatif dan sangat masuk akal sekali. Sehingga, kalau saja dinilai mungkin akan mendapatkan nilai 10. Hemmmmm… luar biasa bukan? Setelah tiba di Kopertis, ternyata si mahasiswa ini tidak jadi memenangkan program tersebut. Hayah…??? Anda tahu mengapa? Ya, hanya gara2 si mahasiswa ini menyusun laporan tersebut tidak bersama beberapa temannya. Yang artinya, ia mengerjakan karya tersebut secara personal. Hmmm…

Ya, itu tadi kisah yang saya dengar secara sekilas. Bisa jadi benar, bisa jadi tidak. Tetapi, saya tidak mementingkan apakah cerita itu benar atau tidak. Saya akan mengatakan bahwa bekerjasama dalam team atau bekerja bersama partner adalah sesuatu yang saat ini sangat diperlukan dalam dunia apapun. Dalam setiap lowongan yang saya lihat di papan pengumuman di kampus saya, saya melihat hampir semua syarat yang harus dipenuhi oleh si calon pelamar adalah “Bisa bekerjasama dalam team”. Sedangkan syarat2 lainnya, ya begitu2 saja. Tamat S1/sedang menempuh tugas akhir, IPK minimal 2,75 dan lain sebagainya.

Bekerjasama dalam team memang bukan hal yang mudah dilakukan. Terbukti, saya pribadi pun masih pontang-panting untuk diajak bekerjasama dalam team. Saya merasakan sendiri, bagaimana menjadi anggota dari sebuah team bukanlah sesuatu yang mudah. Ya, memang kalau hanya sebagai anggota team itu sesuatu yang gampang, hal tersulit adalah bagaimana menjadi bagian dari sebuah team. Menjaid bagian team itu memang sulit dengan berbagai sebab yang hampir kesemuanya memang di luar kendali kita. Salah satu faktor kesulitannya adalah bahwa masing2 orang dalam team adalah orang2 yang sangat berbeda. Artinya, setiap orang dalam team memiliki karateristik sendiri2 dan memiliki keinginan yang berbeda.

Lebih sulit lagi, jika anda harus dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa anda harus menjadi pengelola sebuah team, atau bisa dikatakan anda harus menjadi leader dari team tersebut. Dalam sebuah pepatah dikatakan “Getting Good Players is Easy. But, Getting Them to Play Together is a Hard Way”. Saya menyadari itu dan merasakan sendiri. Itulah mengapa, ketika ada pemilihan ketua atau leader dari sebuah team, maka selalu ada pihak2 yang bilang ‘Anda saja! Anda saja!”. Semakin pinter orang2 dalam sebuah team, maka akan semakin sulit mengelola team tersebut. Apalagi, jika partner2 dalam team anda adalah orang2 yang kontra dengan anda. Hahaha… saya sedang kesulitan. :-S

Atas Nama ‘Bejo’

•January 15, 2009 • 1 Comment

Bejo

'Bejo'

Atas nama ‘bejo’. Sebuah judul yang aku temukan saat hendak menulis ini. Bukan cerpen tentang ‘bejo’ atau perjalanan seseorang bernama ‘bejo’, melainkan bejo yang ini adalah bejo dalam bahasa jawa atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘untung’. Tentunya, juga bukan seorang bernama ‘untung’ :D

Ini adalah tentang perjalanan diriku seorang ipull2010, yang alhamdulillah aku merasa sangat beruntung sekali menjadi diriku. Mengapa? Ini dia jawabannya :

  • Beruntungnya diriku bisa dilahirkan dengan normal pada bulan ramadhan. Dan bisa sampai se gede ini karena karunia Allah.
  • Beruntungnya diriku terlahir sebagai seorang warga negara Indonesia, dengan segala kekayaan yang tak akan pernah dapat dihitung. Walaupun, kutahu sampai saat ini banyak penyelewengan pemanfaatan alam ini.
  • Beruntungnya seorang ipull2010, karena dilahirkan dari sebuah keluarga di desa terpencil. Lha kok..? hehe… bener. Karena terlahir sebagai seorang wong ndeso, maka aku mempunyai keinginan yang sangat besar untuk menjadi yang terbaik dan berusaha untuk berubah dari kebiasaan warga desaku yang –maaf- hanya begitu-begitu saja.
  • Beruntungnya diriku juga bisa menempuh pendidikan sampai saat ini. Sebuah pendidikan yang aku tahu tidak semua orang di dunia ini. Aku tahu, beberapa orang di tempat lain, hanya bisa menempuh pendidikan hanya sampai SD, atau malah tidak sekolah sama sekali.
  • Aku juga beruntung karena dilahirkan oleh Bapak dan Mak yang sangat luar biasa sekali. Beliau berdua adalah orang yang sangat luar biasa dalam pendidikanku dan saudara-saudaraku. Mengajari kami bagaimana kami harus bersabar dan bertahan dengan segala kekurangan dan ujian yang harus kami hadapi.
  • Beruntung bertemu dengan orang2 yang hebat sekali. Mulai dari pacar2ku (hihihi..jadi malu) yang terdahulu, teman2 seperjuangan saat aku sekolah dan jauh dari rumah. Hingga orang2 yang tidak pernah aku temui, namun aku tahu mereka selalu ada.
  • Beruntungnya diriku karena aku gak punya Ha-Pe. ??? kok??? Bener sekali. Karena aku gak punya Ha-Pe, maka aku tidak boros pulsa untuk bermain-main. Hehe… walaupun dengan begitu juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan harus rela malu meminta dari kawan2.
  • Beruntungnya diriku, karena aku belum diberi rejeki untuk membeli laptop atau komputer. Kenapa lagi ini..? ini adalah karena kalau aku punya laptop atau komputer pasti aku akan sangat sibuk dengan komputer, dan sosialku akan berkurang. Selain itu, dengan aku gak punya laptop atau komputer, aku bisa belajar bersama dengan kawan2 yang punya. Hehehe…
  • Beruntungnya aku, karena lahir pada tanggal 19 Mei 1986. Kenapa ya…? ah… lupa..
  • Dan masih banyak keberuntungan yang sepertinya tidak akan bisa disebutkan

Begitulah, perjalanan diriku dengan atas nama ‘bejo’. Sebuah perjalanan seorang ipull2010 yang sangat beruntung. Terima kasih semuanya…

poetry: Menikahlah!!

•January 15, 2009 • 3 Comments

Menikahlah!!

"Menikahlah!!"

Aku masih terdiam

Terjebak dalam kungkungan nestapa

Dan membawaku dalam keterasingan keramaian

Malam datang membawa sejuta impian

Menghampiriku dengan penuh rayuan kebahagiaan

Bukan sapaan mesra atau penerimaan yang kuberikan

Hingga angin berhembus dan berkata “menikahlah!”

Call me a criminal??

•January 14, 2009 • Leave a Comment

a Criminal??

a Criminal??

“Call me a criminal!” Haruskah ini kukatakn pada semua orang? Haruskah kukatakan bahwa aku seorang criminal? Hmmm… let’s find out.

Ini adalah dunia manusia, dimana berjuta orang hidup dengan dirinya dan juga orang lain. Ini adalah dunia yang dengan penuh kelebihan yang pada akhirnya membawanya menjadi kekurangan. Dan dengan kekurangan, seseorang bisa menjadi memiliki kelebihan yang tak bisa anda bayangkan.

Ahh… sudahlah. Pernahkah anda terpikir untuk mendapatkan makan siang gratis? Oh ya, tentu saja. Anda juga pastinya seperti saya. Manusia. Titik.

Sebagai manusia yang dengan segala kekurangan, saya memanfaatkan kekurangan saya untuk mencapai kelebihan yang bahkan, mungkin tidak didapatkan oleh orang yang memiliki segala kelebihan. Saya, adalah seorang pecinta dan, mungkin anda bisa menyebut saya seorang maniak, komputer.

Atau lebih lengkapnya, saya maniak komputer dan internet. Mungkin, anda bisa katakan saya tidak bisa hidup tanpa internet. Hmmm… interesting?! Huh…?!

Namun, tahukah anda bahwa saya tidak memiliki komputer? Oh ya, saya tidak punya itu. Tahukah anda, darimana saya menulis dan mempelajari banyak hal secara gratis? Ya, saya (dalam bahasa kasar) seorang perompak. Saya merampok komputer milik kawan2, sahabat2, teman2 dan orang yang saya kenal.

Oh… jangan berpikir bahwa saya memanfaatkan mereka. Saya tidak “merampok” tanpa memberikan sesuatu kepada mereka. Saya akan menggunakan komputer mereka, dan mereka akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan sekitar ilmu pengetahuan mengenai dunia komputer. So, is that enough?

I don’t know… yet. Haha…
Bahkan, saya sendiri tidak yakin tentang banyaknya jumlah yang menjadi korban dari “perampokan” ini. Mungkin baru sebatas puluhan saja. Haha… maafkan aku kawan. Jangan takut menjadi korban saya berikutnya, saya akan memberikan yang kau minta. Selama aku bisa, tentunya. So… are you gonna call me a criminal?

Thank’s to all my friends… so… much.

poetry: untuk perempuanku

•January 14, 2009 • 3 Comments

 

Perempuanku

Perempuanku

tidak diciptakan engkau dari tulang tengkorak…

karena engkau akan menjadi sombong…

tidak diciptakan engkau dari tulang kaki…

karena engkau akan terendahkan…

diciptakan engkau dari tulang rusuk…

agar aku bisa membimbingmu menjadi lurus…

agar aku bisa memeluk dan memberikan kehangatan dalam hidupmu…

Remaja Masjid?

•March 23, 2008 • 2 Comments


Semenjak kedatanganku di kota Semarang untuk kuliah, seingatku hanya sekali aku ikut ambil bagian di kegiatan keagamaan di sekitar tempat tinggalku. Itupun, karena saat itu aku berada di wilayah sebuah organisasi islam besar di Indonesia. Dan setelah itu, aku tidak sekalipun ikut andil dalam kegiatan2 keagamaan di lingkungan sekitar tempat tinggalku. Memang, secara jujur aku akui kalau aku termasuk orang yang mempunyai banyak aktifitas. Bahkan, kos bagiku hanyalah tempat untuk tidur, dan mandi.

Beberapa bulan lalu, tepatnya 8 Januari 2008 aku berpindah kos dari yang berjarak hanya 100 meter dari kampusku ke jarak yang kurang lebih aku tempuh dalam waktu 15 menit berjalan kaki ke kampusku. Kebetulan sekali, di sebelah kos adalah masjid yang digunakan untuk kegiatan ibadah warga di daerah situ. Walaupun ukurannya mungil, namun masjid ini mempunyai agenda kegiatan yang tidak kecil. Di depan masjid ini saja tertera tanda tangan Walikota Semarang dalam peresmian masjid ini.

Menjelang hari Maulid Nabi Muhammad SAW. pada suatu malam aku diajak teman se-kos untuk mengikuti rapat untuk kegiatan peringatan tersebut. Dengan ringan aku melangkah saja ke masjid yang menjadi tempat berkumpul saat itu. Yang aku lihat adalah sekelompok bapak2 warga sekitar masjid dan selain itu adalah pemuda yang semuanya adalah anak kos yang tinggal denganku. Hanya ada dua orang cewek lain yang kebetulan memang warga di situ.

Hari Jum’at, 21 Maret lalu kami mengadakan pengajian yang dihadiri oleh warga sekitar. Dan yang menjadi penceramah saat itu adalah Ketua PWNU Jawa Tengah yang kebetulan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode mendatang, Bapak KH. Muhammad Adnan, MA. Ketika acara dimulai, aku sedikit terkagum dengan banyaknya warga yang hadir, walaupun 98% adalah warga yang notabene sudah tua, namun antusiasme mereka cukup besar.

Pesan dari penceramah adalah bagaimana dari peringatan Maulid ini ada atsar (bekas) yang terus ada dalam diri masing-masing seorang muslim. Walaupun, sebagai seorang manusia tidaklah mungkin untuk sepenuhnya meniru Rasulullah namun sebagai umat Rasul adalah meneladani walaupun hanya hal kecil. Beliau bercerita bagaimana Rasulullah mempunyai kebiasaan minum menempelkan bibir di sisi gelas bekas bibir istrinya.

Salah satu pesan dari penceramah adalah dari cerita tentang seorang sahabat yang mendapatkan kedudukan tinggi di mata rasul walaupun bukan seorang sahabat yang terkenal. Si sahabat mendapatkan kehormatan itu karena sholawat yang dibacanya. Inilah bunyinya “Allahumma sholla ‘ala Muhammadin ‘adada man sholla ‘alaihi. Wa sholli ‘ala Muhammadin ‘adada man lam yusholli ‘alaihi” yang artinya: Ya Allah, berikanlah sholawat atas Muhammad sebanyak orang yang bersholawat kepadanya, dan berikanlah sholawat atas Muhammad sebanyak orang yang belum bersholawat kepadanya.

Jadi… mari meniru kebiasaan Rasul, walaupun hanya kebiasaan kecil. Bukankah itu sebuah bentuk cinta?

The Life is Choices

•March 23, 2008 • Leave a Comment

The life is choices. Hidup adalah pilihan-pilihan, begitulah menurutku. Hidup adalah sesuatu yang berisi pilihan-pilihan, bukan hanya pilihan, melainkan pilihan-pilihan. Tentu saja anda bertanya, mengapa? Dan sudah sepantasnya, saya menjawab pertanyaan tersebut.

Pagi hari tadi, saya bangun dari tidur karena dering alarm dari handphone yang kebetulan saya beli beberapa waktu lalu. Suara deringnya yang khas membuat saya menggeliat dari hangatnya kasur dan guling serta bantal. Dalam beberapa detik, dering alarm itu sudah tidak ada lagi karena aku matikan mengingat aku tidak mau suaranya menggangu teman sekamar. Aku membuka mataku dan kemudian duduk di ranjang untuk menghilangkan kantuk yang seolah tak mau pergi dan mengatakan bahwa ini masih terlalu pagi untuk bangun. Namun aku berhasil melawan rasa kantukku dan kemudian keluar kamar. Suasana pagi cerah yang gelap, karena memang masih pukul 04.36 WIB. Kulanjutkan langkahku menuju kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan dalam beberapa saat aku sudah melakukan sholat subuh. Kulanjutkan ritual pagiku dengan membaca beberapa ayat dari Al-Quran. Dan kemudian ku sambut pagiku dengan menyaksikan berita pagi dari beberapa stasiun televisi secara bergantian.

Itu adalah sekelumit cerita ritual pagiku. Kadang, memang tidak berjalan sama persis seperti cerita itu. Itu hanya cerita pada suatu saat dan lain hari akan berbeda cerita, baik waktu ataupun lainnya. Lalu, adakah hubungan ceritaku dengan hidup adalah pilihan-pilihan? Jawabnya “Ada.”

Inilah pilihan-pilihan

Dering alarm, pilihan2nya:

  • Aku mematikan alarm yang bunyinya memekakkan telinga, kemudian tidur kembali karena hari masih pagi.
  • Aku mematikan alarm, dan kemudian bangun dari tidur untuk ke kamar mandi.
  • Aku membiarkan alarm hidup dan menutupnya dengan bantal.

Ke kamar mandi, pilihan2:

  • Aku ke kamar mandi kemudian wudlu untuk sholat subuh
  • Aku ke kamar mandi untuk buang air kecil kemudian tidur lagi
  • Aku hendak ke kamar mandi, karena hari masih gelap maka aku kembali ke dan tidur

Selesai sholat subuh, pilihan2:

  • Membaca beberapa ayat al-Quran
  • Tidur kembali
  • Langsung nonton tivi

Selesai membaca al-Quran, pilihan2:

  • Tidur lagi karena hari masih pagi
  • Jogging biar sehat
  • Nonton berita pagi
  • Mandi pagi
  • Mencuci
  • Dan lain sebagainya

Itu hanya sedikit permisalan tentang hidup adalah pilihan-pilihan. Semuanya tinggal pilih bukan? Semuanya pilihan-pilihan bukan? Tinggal anda memilih yang mana. Begitulah hidup, terserah anda akan memilih bagaimana menghadapi dan menjalalani hidup anda. Semuanya terserah anda dan akan sangat kecil sekali kemungkinan untuk mendapat intervensi dari pihak lain.

Namun, anda juga harus tahu. Bahwa, setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus anda pegang. Ada konsekuensi yang harus tanggung. Karena setiap pilihan akan dipertanggungjawabkan. THE LIFE IS CHOICES.

Oya, kalau anda tidak setuju dengan ini, silakan komen saja. Saya akan sangat berterima kasih. :D

Empat Kebenaran Absolut

•March 23, 2008 • Leave a Comment

Apakah anda pernah berpikir bahwa di dunia ini tidak ada yang benar2 absolut? Pernahkah, anda berpikir bahwa sebuah kebenaran sama sekali tidak benar2 absolut? Pikirkan sekali lagi!

Tidak ada memang di dunia ini yang benar2 absolut, kecuali empat (mungkin) kebenaran absolut berikut ini:

  1. Setiap manusia memiliki nilai positif. Nilai tersebut tidak terbantahkan. Nilai ini pasti ada dan akan selalu ada, apapun perilaku dan kebiasaan yang diterapkan sepanjang hidup, serta bagaimanapun buruknya perilaku dan kebiasaan tersebut. Tidak ada peristiwa dalam hidup yang dapat merubah nilai ini.
  2. Reaksi orang lain terhadap apa yang dilakukan atau dikatakan oleh seseorang hanyalah semata-mata reaksi orang lain. Reaksi, komentar, sikap orang lain adalah milik mereka, bukan milik siapa-siapa. Satu-satunya orang yang memahami diri manusia adalah manusia itu sendiri. Seseorang tidak bertanggung jawab atas apa yang dirasakan orang-orang terhadap dirinya.
  3. Ketika seseorang mengambil keputusan, dia pasti membuat keputusan terbaik saat itu yang berdasarkan pilihan-pilihan yang diyakini dan dimilikinya. Sebuah maksud positif memotivasi semua perilaku seseorang. Bagaimanapun hasil akhir sebuah perilaku setelah ditinjau, pada dasarnya semua perilaku didasari maksud positif.
  4. Setiap orang memiliki kekuatan dan sumber daya yang dibutuhkan dalam dirinya sendiri untuk menjadi sosok yang diinginkan.

Jadi, bagaimana menurut anda?